Penemuan bola lampu
Allah (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi.
Perumpamaan cahaya Allah adalah seperti sebuah lubang yang tidak tembus,
yang di dalamnya ada pelita besar.
Pelita itu di dalam kaca, kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara,
yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya
(yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur dan tidak pula di sebelah barat,
yang minyaknya saja hampir-hampir menerangi walaupun tidak di sentuh api,
cahaya di atas cahaya,
Allah membimbing kepada Cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki
Dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia
dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.' (Al-Qur'an surat An Nur : 35)
***
Sungguh telah jelaskan di dalam Al – Qur’an tentang ilmu pengetahuan dan teknologi yang akan menjadi cahaya dalam kegelapan. Mereka yang mempelajari dan meneliti ilmu – ilmu yang terdapat di dalamnya akan menjadi pelopor kemajuan ilmu pengetahuan. Salah satu ilmu tersebut adalah ilmu elektro.
Perkembangan ilmu elektro sangat penting bagi peradaban umat manusia. Ilmu elektro adalah ilmu yang mempelajari tentang listrik. Sekarang ini hampir tidak ada peralatan yang tidak menggunakan listrik. Mulai dari rice cooker, telepon, komputer, dll. Dengan kata lain listrik telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari – hari manusia.
Sebenarnya darimanakah listrik itu berasal?
Listrik itu sebenarnya berasal dari energi – energi primer seperti minyak, batu bara, gas, panas bumi, air, udara dll yang diubah menjadi energi listrik menggunakan alat yang bernama generator. Generator berfungsi mengubah energi mekanis menjadi energi listrik. Adanya perpindahan energi dalam suatu rangkaian akan membangkitkan medan listrik (elektro magnetik) sehingga timbullah apa yang disebut dengan arus listrik.
Banyak teori – teori tentang arus listrik namun yang paling dikenal dan paling populer dalam sejarah kelistrikan adalah seorang berkebangsaan Inggris yang bernama Michael Faraday (lahir tahun 1791 M), yang telah banyak menciptakan temuannya serta mengemukakan teori-teori tentang ilmu pengetahuan yang dikenal sampai sekarang. Salah satunya tentang pengaruh elektro magnetik terhadap pembangkitan energi listrik yang disebut dengan Hukum Faraday (ditemukan tahun 1831 M).
Perkembangan ilmu kelistrikan mengalami kemajuan yang pesat setelah ditemukannya bola lampu. Ilmuwan yang bernama Thomas Alva Edison (lahir tahun 1847 M) yang telah berhasil menciptakan dan mengembangkan penggunaan listrik sebagai alat penerang. Meskipun Thomas Alva Edison dianggap sebagai penemu bola lampu namun beberapa tahun sebelumnya di Paris, lampu sudah digunakan sebagai alat penerangan.
Begitupun jauh sebelum para ilmuwan tersebut berhasil dengan temuannya Al-Qur'an yang diturunkan kepada Rasulullah Muhammad SAW telah menulis tentang Prinsip Dasar Listrik, yaitu dalam Surat An Nur ayat 35.
Listrik dalam Al-Qur'an Surat An Nur ayat 35:
(kepada) langit dan bumi.
Perumpamaan cahaya Allah adalah seperti sebuah lubang yang tidak tembus,
yang didalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca,
kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara,…"
Jika kita bandingkan ayat dari surat ini dengan lampu yang ada di kamar kita, maka sungguh tiada kebohongan ayat – ayat di dalam Al – Qur’an tersebut. Di sana dikatakan seperti lubang yang tidak tembus dan coba kita lihat bola lampu yang menyala. Lampu tersebut seperti lubang dan sinarnya tidak dapat menembus tembok dan menyinari ruangan lain.
Setelah itu dikatakan “Pelita itu di dalam kaca”. Bola lampu ditutupi oleh kaca yang kedap udara yang berguna untuk menimbulkan radiasi pada kumparan yang ada dalam kaca. Efek cahaya itu akan semakin jelas terlihat apabila lampu tersebut ditempatkan semakin tinggi, seperti sebuah bintang yang bercahaya. Ayat selanjutnya: "… yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur dan tidak pula di sebelah barat, yang minyaknya saja hampir-hampir menerangi walaupun tidak di sentuh api.
Hal yang menarik bagi adalah kalimat "… yang tumbuh tidak di sebelah timur dan tidak pula di sebelah barat …", apabila kita memperhatikan arah mata angin, kalau bukan timur dan barat, bukankah ini berarti utara dan selatan, utara dan selatan adalah kutub magnet, magnet (elektro magnetik) berguna sebagai pembangkit induksi listrik untuk menghasilkan energi listrik.
Dalam ayat ini kata pohon zaitun seumpama generator dan minyak seumpama arus listrik dimana apabila arus dengan kutub yang berbeda dihubungkan akan menimbulkan percikan ("… minyaknya hampir-hampir menerangi walaupun tidak disentuh api…"). Ayat ini jelas-jelas menulis tentang listrik dan bola lampu, yang disampaikan melalui perumpamaan-perumpamaan, sesuai dengan kelanjutan ayat tersebut"…Allah membimbing kepada Cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."
Secara teori prinsip dasar listrik dan teori dasar tentang bola lampu telah ditulis dalam Al-Qur'an terlebih dahulu bila dibandingkan dengan temuan - temuan para ilmuwan tersebut. Tidak tertutup kemungkinan mereka mengambil ayat-ayat Al-Qur'an sebagai bahan referensi dalam menciptakan temuan mereka, mengingat Al-Qur'an telah diterjemahkan ke bahasa asing (latin) kira-kira tahun 1135 M, tahun 1647 M Alexander Ross menterjemahkan kedalam bahasa Inggris (menterjemahkan dari bahasa Prancis) dan tahun 1734 oleh George Sale, tahun 1812 terjemahan George Sale di terbitkan di London dalam edisi baru (2 jilid), disebutkan terjemahan George Sale tersebut bersumber dari bahasa Arab. Apalagi bila di bandingkan dengan tahun ayat in diturunkan, ayat ini adalah ayat Madaniyah, Rasulullah hijrah tahun 1 H / tahun 622 M, jauh sebelum para ilmuwan tersebut lahir. (Sumber Al-Qur'an dan terjemahannya , Kerajaan Saudi
Arabia).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar