BERTANGGUNG JAWAB TERHADAP DIRI SENDIRI, ORANG LAIN DAN ALAM SEMESTA
Tiap-tiap individu tentunya memiliki hak dan kewajiban dalam kehidupan. Hak-hak dan kewajiban-kewajiban itu memiliki keterkaitan yang erat. Hak itu timbul karena kita melaksanakan kewajiban. Adapun cara menjalankan hak dan kewajiban yang baik adalah melakukan kewajiban barulah menuntut hak kita. Melaksanakan kewajiban kita dengan sebaik-baiknya disebut juga bertanggung-jawab.
Tanggung-jawab kita dibagi menjadi tiga yaitu tanggung jawab terhadap diri sendiri, tanggung jawab terhadap sesama manusia, dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Tanggung jawab terhadap diri sendiri dapat pula diartikan tidak mendzalimi diri sendiri. Misalnya menjaga kesehatan badan, menjaga kebersihan tubuh, dan menjaga kesucian hati. Kita harus bertanggung jawab terhadap diri kita, sebab jika kita tidak bertanggung jawab terhadap diri kita sama saja kita telah mendzalimi diri kita. Adapun contoh konkret bertanggung jawab terhadap diri sendiri adalah jika kita mempunyai tugas yang sangat banyak yang harus dikerjakan, jangan sampai kita mengerjakan tugas diborong dalam satu malam itu, sampai-sampai tidak tidur karenanya. Hal itu bisa mengganggu kesehatan. Organ-organ tubuh yang seharusnya beristirahat terlalu dipaksakan untuk bekerja sehingga dapat menganggu kesehatan dan dapat menurunkan produktifitas. Di kampus menjadi mengantuk dan tidak bisa konsen memahami kuliah yang diberikan dosen. Dari sini nampak jelas bahwa dengan tidak bertanggung jawab terhadap diri sendiri sangat merugikan diri kita.
Tanggung jawab kepada sesama manusia, misalnya dengan menepati janji, tidak berbuat yang melakukan hal yang merugikan orang lain. Jika melakukan kesalahan harusnya kita mempertanggungjawabkan perbuatan kita dengan meminta maaf dengan sungguh-sungguh dan mengganti atau melakukan perbuatan yang dapat mengembalikan kondisi menjadi lebih baik. Misalnya kita tidak sengaja menghilangkan barang milik teman,maka kita harus bertanggungjawab untuk mengganti barang teman yang kita hilangkan.
Contoh lainnya adalah mempertanggungjawabkan perasaan cinta. Bila kita memiliki rasa cinta kepada sesama manusia maka kita harus mampu mengelola cinta itu dengan baik. Janganlah diungkapkan perasaan itu jika belum mampu untuk mempertanggungjawabkannya. Karena akan ada pertanggunggan jawab bila seorang ikhwan mengungkapkan perasaan cintanya kepada akhwat. Jika belum siap untuk bertanggung jawab atas apa yang dikatakan maka lebih baik rasa cinta itu disimpan dan jangan sampai ada seorangpun yang mengetahui, hingga sampai saat yang tepat nanti kau siap untuk mempertanggungjawabkan pengakuan cintamu kepada yang kau cintai. Satu hal yang harus dijaga dan dipegang teguh, bahwa cinta terhadap sesama tidak boleh melebihi cinta kepada Sang Pencipta. Maka dari itu kelolalah cintamu dengan baik, seperti Ali dan Fatimah yang mengelola cinta mereka di saat remaja dengan sangat baik. Jika tidak mampu mengelolanya maka sebisa mungkin lupakan, lupakan perasaan itu. Dan pada saat yang tepat barulah kau ungkapkan perasaan cintamu dan disertai pertanggungjawaban darimu.
Yang terakhir adalah tanggung jawab terhadap lingkungan. Sebagai pemimpin dunia kita harus menjaga dan mrawat lingkungan yang telah dititipkan Allah untuk anak cucu kita, dan janganlah engkau beranggapan alam dan seisinya adalah karunia dari Allah yang diberikan kepada kita untuk kita habiskan. Kita hendaknya memanfaatkan dan mejaga alam dan semua isinya dengan baik, sehingga anak cucu kita kelak masih dapat menikmati kekayaan alam kita yang melimpah ruah.
Beberapa contoh konkret menjaga alam kita adalah tidak mencemari lingkungan. Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk tidak mencemari lingkun gan, misalnya membuang sampah pada tempatnya, janganlah membuang di sembarang tempat apalagi di sungai. Masih banyak masyarakat kita yang membuang sampah di sungai. Hal ini banyak menimbulkan dampak negatif, antara lain banjir tahunan, penyakit kulit, pencemaran air sumur, dan keracunan karena polusi udara dan pencemaran air.
Contoh lainnya adalah tidak merusak lingkungan, misalnya memetik bunga, membuka lahan dengan cara membakar hutan, menangkap ikan dengan bom ikan, menggunduli hutan dan masih bayak lagi. Kesemua contoh di atas sangat membahayakan kenekaragaman jenis flora dan fauna di alam. Anak cucu kita kelak tidak akan pernah melihat keindahan bunga yang beraneka ragam karena kita telah membakar hutan dan merusak tanaman. Mereka juga tidak akan pernah melihat keindahan alam bawah air yang penuh dengan variasi ikan dan terumbu laut yang keidahannya subhanallah indahnya, karena kita suka menangkap ikan dengan bom ikan. Betapa dzalimnya kita tidak mau merawat alam yang telah diciibutuhkan sebaiknya dimatikan sajaptakan begitu indahnya.
Yang sedang digembar-gemborkan saat ini adalah issu penghematan energi, terutama energi yang berasal dari sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Karena bahan bakar yang ada sekarang semakin menipis persediaannya maka kita harus menghemat energi. Caranya adalah dengan menggunakan listrik seperlunya, televisi dan komputer di rumah janganlah dihidupkan 24 jam non stop, lampu-lampu di perkantoran dan sekolahan jika siang hari tidak terlalu dibutuhkan sebaiknya dimatikan saja, tidak menggunakan kendaraan jika hanya dalam jarak dekat yang kita masih bisa mencapainya dengan jalan kaki. Selain itu tanggung jawab kita terhadap bumi adalah mencari bahan bakar alternatif yang tidak akan pernah habis dan mengembangkannya. Ini adalah tugas kita sebagai pemuda bumi, dan sudah banyak yang melakukan penelitian tentang ini. Semoga para pemuda berhasil menemukan jalan keluar terbaik untuk bumi kita.
Selain itu sumber daya alam yang mulai berkurang di bumi ini adalah air bersih. Air bersih di bumi kian lama kian berkurang jumlahnya. Hal ini disebabkan pencemaran air dan jeleknya sanitasi. Penggundulan hutan hutan juga berperan besar terhadap langkanya ketersediaan air bersih. Karena penyerapan air hujan yang utama dan utama adalah oleh pohon-pohon di daerah pegunungan yang menahan air hujan terus mengalir ke bawah. Hal itu dapat juga mencegah banjir di daerah yang lebih rendah. Namun hutan kita sekarang sudah banyak yang gundul. Jika musim penghujan banjir, dan jika musim kemarau pastilah terjadi kekringan. Hal ini disebabkan tidak ada pohon yang menahan air hujan di daerah pegunungan sehingga di saat musim kemarau sumur-sumur pun tak memiliki air. Lalu apa sikap kita terhadap keadaan ini? Sebisa mungkin kita menghemat air, jangan terlalu boros menggunakannya, apalagi hanya dibuang-buang percuma. Sugguh mubadzir. Pemerintah juga hendknya tegas dalam menindak para pelaku ilegal logging. Polisi hendaknya bersungguh-sungguh dalam menngani kasus ini dan masyarakat sekitar hutan juga hendaknya turut membantu kerja polisi hutan, agar tercapai hutan yang kembali asri. Serta dilakukan reboisasi yang terus menerus. Semoga kita semua bisa menyelamatkan bumi kita dari kerusakan yang lebih parah lagi. Amiiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar