Rabu, 01 September 2010

Perintah Puasa dalam teori Astronomi


Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku. (Adz-Dzariat:56)

Kita semua mungkin sudah tahu bahwa semua amalan dan ibadah yang diperintahkan dalam Islam tidak hanya mendatangkan manfaat bagi ketentraman jiwa dan tabungan di dunia akhirat kelak, namun juga bagi kesehatan fisik terhadap pengaruh – pengaruh dari fenomena – fenomena alam yang mutlak dan tak bisa dihindari oleh semua mahluk di semua bagian jagad raya ini. Salah satunya adalah perintah untuk menjalankan ibadah puasa. Ibadah puasa adalah ibadah yang pahalanya akan dibalas langsung oleh Allah, hanya Allah yang tahu bagaimana cara membalas puasa kita.

Semua amal anak Adam untuknya, kecuali puasa.Ia untu-Ku dan Aku yang akan memberinya pahala.Anak Adam meninggalkan makan dan syahwatnya karena-Ku.(HR. Bukhari dan Muslim)

Ada banyak kesempatan untuk melakukan ibadah puasa. Kita diwajibkan puasa sebulan penuh di bulan Ramadhan. Sedangkan perintah puasa sunah ada banyak salah satunya adalah puasa tiga hari pada saat terang bulan yakni tanggal 13, 14, dan 15 bulan hijriah.

Puasa bulan Ramadhan dan tiga hari dalam setiap bulan dapat melenyapkan kedengkian dalam dada. (HR. Bazzar dari Ali dan Ibnu Abbas, dan Thabrani dan Baghawy dari Namr bin Tulab)

Perintah untuk puasa sebulan penuh mempunyai banyak manfaat bagi kita, salah satunya untuk merevitalisasi organ – organ pencernaan yang selalu bekerja sepanjang tahun. Puasa sebulan penuh berarti meminimalisir kerja organ pencernaan sehingga bisa memperbaiki sel – sel organnya.

Nah, mungkin sudah banyak yang mengetahui manfaat berpuasa sebulan penuh tersebut. Namun tahukah anda mengapa bulan Ramadhan dipilih untuk melaksanakan perintah berpuasa sebulan penuh? Padahal di dalam Islam kita mengenal adanya 4 bulan suci, yaitu Dzulka’idah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Ramadhan yang berarti panas pun tidak termasuk sebagai bulan suci. Namun mengapa bulan Ramadhan yang dipilih untuk melakukan ibadah wajib ini?

Semua ayat dan perintah Allah tidak diturunkan tanpa sebab musabab. Menurut ilmu astronomi, radiasi sinar matahari mempunyai siklus sebelas tahunan. Selain siklus sebelas tahunan, matahari juga mengalami siklus tahunan dan posisi terdekat dari matahari ke bumi terjadi pada bulan Ramadhan. Efek radiasi sinar matahari pada bulan Ramadhan lebih besar daripada bulan – bulan yang lain. Puncaknya adalah pada sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan.

Akibat dari dekatnya jarak matahari ke bumi adalah titik – titik api pada permukaan matahari menyemburkan arus radiasi menuju bumi. Bumi dilindungi Magnestosphere, sehingga dampak badai radiasi bukan terjadi pada sisi bumi yang menghadap matahari (siang hari). Saat badai radiasi matahari datang, dampaknya terasa pada bagian bumi yang membelakangi matahari (malam hari).

Radiasi di malam hari mempengaruhi tingkat getaran otak. Radiasi dan gravitasi bulan purnama meningkatkan permukaan air laut dan kehidupan makhluk laut di malam hari. Juga menarik air dalam membran otak dan lebih menggetarkan sel-sel otak. Getaran sel otak menggambarkan tingkat kesadaran dan aktivitas otak. Semakin tinggi getaran sel otak semakin banyak aktifitas mental yang dapat dilakukan.

Gelombang gamma merupakan gelombang otak yang paling banyak getarannya,pada gelombang Gamma menandakan bahwa otak sedang melakukan aktifitas mental yang sangat tinggi, misalnya untuk berfikir keras, perebutan kejuaraan, tampil dimuka umum, sangat panik, ketakutan, kondisi ini dalam kesadaran penuh.

Berdasarkan penyelidikan Dr. Jeffrey D. Thompson (Center for Acoustic Research) di atas gelombang gamma sebenarnya masih ada lagi yaitu gelombang Hypergamma ( tepat 100 Hz ) dan gelombang Lambda (tepat 200 Hz), yang merupakan gelombang-gelombang supernatural atau berhubungan dengan kemampuan yang luar biasa.

Nah bila kemampuan otak getaran otak kita saja mampu melakukan aktifitas mental yang sangat tinggi, bagaimana bila ditambah getaran dari radiasi sinar matahari yang terjadi pada malam hari?

Oleh karena itu para nabi menunjukkan bahwa mereka senang merenungkan hakekat kehidupan, bertapa, pada setiap bulan Ramadhan.Secara umum wahyu-wahyu tentang ajaran agama yang membutuhkan tingkat pemahaman yang tinggi, banyak yang diturunkan di malam-malam bulan Ramadhan.Penataan ayat-ayat Al Quran ke dalam surat-surat seperti yang tersaji saat ini, dilakukan Nabi Muhammad pada malam-malam bulan Ramadhan.

Umat muslim diajak untuk menghidupkan malam-malam di bulan Ramadhan, dengan tilawatil Qur’an, sholat malam, beriktikaf, makan sahur, dan masih banyak lagi.
Lebih utama adalah i’tiqaf di masjid pada 10 malam terakhir, pada malam-malam sebelum dan setelah Lailatul Qadr.

Karena banyak sekali aktifitas yang sangat luar biasa yang dapat kita lakukan di malam – malam bulan ramadhan, sehingga kita membutuhkan energi ektra untuk melakukan semua aktifitas tersebut di malam hari. Kenyataannya puasa siang hari bukanlah menyebabkan tubuh kekurangan / kehabisan energi. Justru puasa menghemat energi tubuh 10% karena tidak digunakan untuk mencerna makananEnergi yang dihemat ini sangat membantu pemahaman pelajaran di malam hari. Mungkin karena itu juga kita diperintahkan untuk berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadhan.



Jumat, 18 Juni 2010

BERTANGGUNG JAWAB TERHADAP DIRI SENDIRI, ORANG LAIN DAN ALAM SEMESTA

Tiap-tiap individu tentunya memiliki hak dan kewajiban dalam kehidupan. Hak-hak dan kewajiban-kewajiban itu memiliki keterkaitan yang erat. Hak itu timbul karena kita melaksanakan kewajiban. Adapun cara menjalankan hak dan kewajiban yang baik adalah melakukan kewajiban barulah menuntut hak kita. Melaksanakan kewajiban kita dengan sebaik-baiknya disebut juga bertanggung-jawab.

Tanggung-jawab kita dibagi menjadi tiga yaitu tanggung jawab terhadap diri sendiri, tanggung jawab terhadap sesama manusia, dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Tanggung jawab terhadap diri sendiri dapat pula diartikan tidak mendzalimi diri sendiri. Misalnya menjaga kesehatan badan, menjaga kebersihan tubuh, dan menjaga kesucian hati. Kita harus bertanggung jawab terhadap diri kita, sebab jika kita tidak bertanggung jawab terhadap diri kita sama saja kita telah mendzalimi diri kita. Adapun contoh konkret bertanggung jawab terhadap diri sendiri adalah jika kita mempunyai tugas yang sangat banyak yang harus dikerjakan, jangan sampai kita mengerjakan tugas diborong dalam satu malam itu, sampai-sampai tidak tidur karenanya. Hal itu bisa mengganggu kesehatan. Organ-organ tubuh yang seharusnya beristirahat terlalu dipaksakan untuk bekerja sehingga dapat menganggu kesehatan dan dapat menurunkan produktifitas. Di kampus menjadi mengantuk dan tidak bisa konsen memahami kuliah yang diberikan dosen. Dari sini nampak jelas bahwa dengan tidak bertanggung jawab terhadap diri sendiri sangat merugikan diri kita.

Tanggung jawab kepada sesama manusia, misalnya dengan menepati janji, tidak berbuat yang melakukan hal yang merugikan orang lain. Jika melakukan kesalahan harusnya kita mempertanggungjawabkan perbuatan kita dengan meminta maaf dengan sungguh-sungguh dan mengganti atau melakukan perbuatan yang dapat mengembalikan kondisi menjadi lebih baik. Misalnya kita tidak sengaja menghilangkan barang milik teman,maka kita harus bertanggungjawab untuk mengganti barang teman yang kita hilangkan.

Contoh lainnya adalah mempertanggungjawabkan perasaan cinta. Bila kita memiliki rasa cinta kepada sesama manusia maka kita harus mampu mengelola cinta itu dengan baik. Janganlah diungkapkan perasaan itu jika belum mampu untuk mempertanggungjawabkannya. Karena akan ada pertanggunggan jawab bila seorang ikhwan mengungkapkan perasaan cintanya kepada akhwat. Jika belum siap untuk bertanggung jawab atas apa yang dikatakan maka lebih baik rasa cinta itu disimpan dan jangan sampai ada seorangpun yang mengetahui, hingga sampai saat yang tepat nanti kau siap untuk mempertanggungjawabkan pengakuan cintamu kepada yang kau cintai. Satu hal yang harus dijaga dan dipegang teguh, bahwa cinta terhadap sesama tidak boleh melebihi cinta kepada Sang Pencipta. Maka dari itu kelolalah cintamu dengan baik, seperti Ali dan Fatimah yang mengelola cinta mereka di saat remaja dengan sangat baik. Jika tidak mampu mengelolanya maka sebisa mungkin lupakan, lupakan perasaan itu. Dan pada saat yang tepat barulah kau ungkapkan perasaan cintamu dan disertai pertanggungjawaban darimu.

Yang terakhir adalah tanggung jawab terhadap lingkungan. Sebagai pemimpin dunia kita harus menjaga dan mrawat lingkungan yang telah dititipkan Allah untuk anak cucu kita, dan janganlah engkau beranggapan alam dan seisinya adalah karunia dari Allah yang diberikan kepada kita untuk kita habiskan. Kita hendaknya memanfaatkan dan mejaga alam dan semua isinya dengan baik, sehingga anak cucu kita kelak masih dapat menikmati kekayaan alam kita yang melimpah ruah.

Beberapa contoh konkret menjaga alam kita adalah tidak mencemari lingkungan. Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk tidak mencemari lingkun gan, misalnya membuang sampah pada tempatnya, janganlah membuang di sembarang tempat apalagi di sungai. Masih banyak masyarakat kita yang membuang sampah di sungai. Hal ini banyak menimbulkan dampak negatif, antara lain banjir tahunan, penyakit kulit, pencemaran air sumur, dan keracunan karena polusi udara dan pencemaran air.

Contoh lainnya adalah tidak merusak lingkungan, misalnya memetik bunga, membuka lahan dengan cara membakar hutan, menangkap ikan dengan bom ikan, menggunduli hutan dan masih bayak lagi. Kesemua contoh di atas sangat membahayakan kenekaragaman jenis flora dan fauna di alam. Anak cucu kita kelak tidak akan pernah melihat keindahan bunga yang beraneka ragam karena kita telah membakar hutan dan merusak tanaman. Mereka juga tidak akan pernah melihat keindahan alam bawah air yang penuh dengan variasi ikan dan terumbu laut yang keidahannya subhanallah indahnya, karena kita suka menangkap ikan dengan bom ikan. Betapa dzalimnya kita tidak mau merawat alam yang telah diciibutuhkan sebaiknya dimatikan sajaptakan begitu indahnya.

Yang sedang digembar-gemborkan saat ini adalah issu penghematan energi, terutama energi yang berasal dari sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Karena bahan bakar yang ada sekarang semakin menipis persediaannya maka kita harus menghemat energi. Caranya adalah dengan menggunakan listrik seperlunya, televisi dan komputer di rumah janganlah dihidupkan 24 jam non stop, lampu-lampu di perkantoran dan sekolahan jika siang hari tidak terlalu dibutuhkan sebaiknya dimatikan saja, tidak menggunakan kendaraan jika hanya dalam jarak dekat yang kita masih bisa mencapainya dengan jalan kaki. Selain itu tanggung jawab kita terhadap bumi adalah mencari bahan bakar alternatif yang tidak akan pernah habis dan mengembangkannya. Ini adalah tugas kita sebagai pemuda bumi, dan sudah banyak yang melakukan penelitian tentang ini. Semoga para pemuda berhasil menemukan jalan keluar terbaik untuk bumi kita.

Selain itu sumber daya alam yang mulai berkurang di bumi ini adalah air bersih. Air bersih di bumi kian lama kian berkurang jumlahnya. Hal ini disebabkan pencemaran air dan jeleknya sanitasi. Penggundulan hutan hutan juga berperan besar terhadap langkanya ketersediaan air bersih. Karena penyerapan air hujan yang utama dan utama adalah oleh pohon-pohon di daerah pegunungan yang menahan air hujan terus mengalir ke bawah. Hal itu dapat juga mencegah banjir di daerah yang lebih rendah. Namun hutan kita sekarang sudah banyak yang gundul. Jika musim penghujan banjir, dan jika musim kemarau pastilah terjadi kekringan. Hal ini disebabkan tidak ada pohon yang menahan air hujan di daerah pegunungan sehingga di saat musim kemarau sumur-sumur pun tak memiliki air. Lalu apa sikap kita terhadap keadaan ini? Sebisa mungkin kita menghemat air, jangan terlalu boros menggunakannya, apalagi hanya dibuang-buang percuma. Sugguh mubadzir. Pemerintah juga hendknya tegas dalam menindak para pelaku ilegal logging. Polisi hendaknya bersungguh-sungguh dalam menngani kasus ini dan masyarakat sekitar hutan juga hendaknya turut membantu kerja polisi hutan, agar tercapai hutan yang kembali asri. Serta dilakukan reboisasi yang terus menerus. Semoga kita semua bisa menyelamatkan bumi kita dari kerusakan yang lebih parah lagi. Amiiin.

penemuan bola lampu

Penemuan bola lampu

Allah (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi.

Perumpamaan cahaya Allah adalah seperti sebuah lubang yang tidak tembus,

yang di dalamnya ada pelita besar.

Pelita itu di dalam kaca, kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara,

yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya

(yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur dan tidak pula di sebelah barat,

yang minyaknya saja hampir-hampir menerangi walaupun tidak di sentuh api,

cahaya di atas cahaya,

Allah membimbing kepada Cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki

Dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia

dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.' (Al-Qur'an surat An Nur : 35)

***

Sungguh telah jelaskan di dalam Al – Qur’an tentang ilmu pengetahuan dan teknologi yang akan menjadi cahaya dalam kegelapan. Mereka yang mempelajari dan meneliti ilmu – ilmu yang terdapat di dalamnya akan menjadi pelopor kemajuan ilmu pengetahuan. Salah satu ilmu tersebut adalah ilmu elektro.

Perkembangan ilmu elektro sangat penting bagi peradaban umat manusia. Ilmu elektro adalah ilmu yang mempelajari tentang listrik. Sekarang ini hampir tidak ada peralatan yang tidak menggunakan listrik. Mulai dari rice cooker, telepon, komputer, dll. Dengan kata lain listrik telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari – hari manusia.

Sebenarnya darimanakah listrik itu berasal?

Listrik itu sebenarnya berasal dari energi – energi primer seperti minyak, batu bara, gas, panas bumi, air, udara dll yang diubah menjadi energi listrik menggunakan alat yang bernama generator. Generator berfungsi mengubah energi mekanis menjadi energi listrik. Adanya perpindahan energi dalam suatu rangkaian akan membangkitkan medan listrik (elektro magnetik) sehingga timbullah apa yang disebut dengan arus listrik.

Banyak teori – teori tentang arus listrik namun yang paling dikenal dan paling populer dalam sejarah kelistrikan adalah seorang berkebangsaan Inggris yang bernama Michael Faraday (lahir tahun 1791 M), yang telah banyak menciptakan temuannya serta mengemukakan teori-teori tentang ilmu pengetahuan yang dikenal sampai sekarang. Salah satunya tentang pengaruh elektro magnetik terhadap pembangkitan energi listrik yang disebut dengan Hukum Faraday (ditemukan tahun 1831 M).

Perkembangan ilmu kelistrikan mengalami kemajuan yang pesat setelah ditemukannya bola lampu. Ilmuwan yang bernama Thomas Alva Edison (lahir tahun 1847 M) yang telah berhasil menciptakan dan mengembangkan penggunaan listrik sebagai alat penerang. Meskipun Thomas Alva Edison dianggap sebagai penemu bola lampu namun beberapa tahun sebelumnya di Paris, lampu sudah digunakan sebagai alat penerangan.

Begitupun jauh sebelum para ilmuwan tersebut berhasil dengan temuannya Al-Qur'an yang diturunkan kepada Rasulullah Muhammad SAW telah menulis tentang Prinsip Dasar Listrik, yaitu dalam Surat An Nur ayat 35.

Listrik dalam Al-Qur'an Surat An Nur ayat 35:

(kepada) langit dan bumi.

Perumpamaan cahaya Allah adalah seperti sebuah lubang yang tidak tembus,

yang didalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca,

kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara,…"

Jika kita bandingkan ayat dari surat ini dengan lampu yang ada di kamar kita, maka sungguh tiada kebohongan ayat – ayat di dalam Al – Qur’an tersebut. Di sana dikatakan seperti lubang yang tidak tembus dan coba kita lihat bola lampu yang menyala. Lampu tersebut seperti lubang dan sinarnya tidak dapat menembus tembok dan menyinari ruangan lain.

Setelah itu dikatakan “Pelita itu di dalam kaca”. Bola lampu ditutupi oleh kaca yang kedap udara yang berguna untuk menimbulkan radiasi pada kumparan yang ada dalam kaca. Efek cahaya itu akan semakin jelas terlihat apabila lampu tersebut ditempatkan semakin tinggi, seperti sebuah bintang yang bercahaya. Ayat selanjutnya: "… yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur dan tidak pula di sebelah barat, yang minyaknya saja hampir-hampir menerangi walaupun tidak di sentuh api.

Hal yang menarik bagi adalah kalimat "… yang tumbuh tidak di sebelah timur dan tidak pula di sebelah barat …", apabila kita memperhatikan arah mata angin, kalau bukan timur dan barat, bukankah ini berarti utara dan selatan, utara dan selatan adalah kutub magnet, magnet (elektro magnetik) berguna sebagai pembangkit induksi listrik untuk menghasilkan energi listrik.

Dalam ayat ini kata pohon zaitun seumpama generator dan minyak seumpama arus listrik dimana apabila arus dengan kutub yang berbeda dihubungkan akan menimbulkan percikan ("… minyaknya hampir-hampir menerangi walaupun tidak disentuh api…"). Ayat ini jelas-jelas menulis tentang listrik dan bola lampu, yang disampaikan melalui perumpamaan-perumpamaan, sesuai dengan kelanjutan ayat tersebut"…Allah membimbing kepada Cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."

Secara teori prinsip dasar listrik dan teori dasar tentang bola lampu telah ditulis dalam Al-Qur'an terlebih dahulu bila dibandingkan dengan temuan - temuan para ilmuwan tersebut. Tidak tertutup kemungkinan mereka mengambil ayat-ayat Al-Qur'an sebagai bahan referensi dalam menciptakan temuan mereka, mengingat Al-Qur'an telah diterjemahkan ke bahasa asing (latin) kira-kira tahun 1135 M, tahun 1647 M Alexander Ross menterjemahkan kedalam bahasa Inggris (menterjemahkan dari bahasa Prancis) dan tahun 1734 oleh George Sale, tahun 1812 terjemahan George Sale di terbitkan di London dalam edisi baru (2 jilid), disebutkan terjemahan George Sale tersebut bersumber dari bahasa Arab. Apalagi bila di bandingkan dengan tahun ayat in diturunkan, ayat ini adalah ayat Madaniyah, Rasulullah hijrah tahun 1 H / tahun 622 M, jauh sebelum para ilmuwan tersebut lahir. (Sumber Al-Qur'an dan terjemahannya , Kerajaan Saudi

Arabia).

Rabu, 09 Juni 2010

Jangan Tunggu Nanti-Nanti

Jika bisa melakukan pekerjaan sekarang kenapa menunggu nanti-nanti? Pertanyaan itu yang sering kali timbul dalam hati kita saat akan melakukan suatu pekerjaan. Mungkin sebagian besar dari kita masih ada yang suka menyepelekan waktu, menunda-nunda suatu pekerjaan dan menganggap semua akan beres pada waktu yang telah ditentukan. Memang benar bisa saja kita menyelesaikan pekerjaan itu di saat-saat akhir batas pengumpulan tugas tersebut, namun jauh lebih baik jika kita tidak menunda-nunda pekerjaan. Lebih banyak manfaat dari tidak menunda-nunda pekerjaan, antara lain:
Pekerjaan lebih cepat selesai
Manfaat yang pertama tentunya pekerjaan lebih cepat selesai. Dengan mengerjakan pekerjaan lebih awal tentunya akan lebih cepat selesai bukan? Berbeda dengan orang yang suka menunda-nunda pekerjaan, pekerjaannya akan terbengkalai bahkan kadang tidak dapat terselesaikan. Betapa meruginya orang-orang yang menyia-nyiakan waktunya.

Mempunyai waktu lebih banyak untuk menyelesaikan pekerjaan
Orang yang melakukan pekerjaan lebih awal tentunya mempunyai lebih banyak waktu untuk menyelesaikan pekerjaannya tersebut. Jika menunda-nunda pekerjaan maka mereka hanya mempunyai waktu yang sempit dan pekerjaan tersebut pun menjadi pekerjaan yang penting dan mendesak. Sehingga mengerjakannya dengan tergesa-gesa dan cenderung gegabah dan tidak teliti. Betapa dikejar-kejar waktu orang-orang yang suka menunda-nunda.


Dapat bekerja dengan maksimal
Karena memiliki waktu yang lebih lapang, maka dalam melaksanakan pekerjaan pun akan mempunyai banyak waktu untuk merencanakan pekerjaan lebih matang, meneliti pekerjaan secara lebih detail, dan memahami makna dari apa yang dikerjakan sehingga dapa mengambil manfaat dari pekerjaan yang dilakukannya, tidak sekedar mengerjakan pekerjaan tanpa mengetahui apa manfaatnya bagi diri sendiri dan bagi orang lain.

Lebih banyak pekerjaan yang dapat diselesaikan
Manfaat lainnya yaitu kita dapat menyelesaikan lebih banyak pekerjaan, karena pekerjaan selalu dikerjakan lebih awal sehingga cepat selesai dan menghemat waktu untuk mengerjakan pekerjaaan yang lain lagi. Apalagi bagi para mahasiswa, pebisnis atau ibu rumah tangga yang memiliki banyak pekerjaan yang begitu banyak dalam sehari sedang waktu yang tersedia hanya dua puluh empat jam. Kita harus pandai-pandai mengatur waktu, memprioritaskan mana pekerjaan yang penting mendesak, penting tidak mendesak, tidak penting dan mendesak, serta yang tidak penting tidak mendesak. Menaati jadwal acara dan daftar pekerjaan yang kita atur sendiri dengan cara datang ke acara tepat waktu dan melaksanakan pekerjaan tanpa menunda-nunda.

Menjadi pribadi yang disiplin
Dengan membiasakan mengerjakan pekerjaan tepat waktu maka hal itu akan menjadi kebiasaan, lama kelamaan akan menjadi kepribadian. Pribadi yang disiplin sangat dibutuhkan di dunia yang berkembang semakin pesat, persaingan bisnis semakin ketat dengan pedoman siapa yang cepat dia yang dapat. Dengan Negara yang didominasi pribadi yang disiplin maka Negara itu akan maju. Sebagai contoh Negara Jepang, di sana penduduknya sangat menghargai waktu, selalu disiplin waktu dan mempunyai etos kerja yang tinggi, tidak pernah bermalas-malasan, jika ada waktu luang mereka gunakan untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi pengetahuan mereka, seperti membaca buku, penelitian, dan masih banyak lagi. Dan tak hayal kalau Negara Jepang sekarang menjadi Macan Asia.

Betapa banyak manfaat yang diperoleh dari tidak menunda-nunda pekerjaan dan betapa meruginya orang-orang yang menyia-nyiakan waktunya. Oleh karena itu mengapa tidak kita hilangkan kebiasaan suka menunda-nunda waktu yang dapat menbuat kita menyesal di belakang itu???? Dan ingat, JANGAN TUNGGU NANTI-NANTI!!!!!!

Kenapa Kita nggak Boleh Hanya Optimis???
Wah wah wah..... kok judulnya aneh banget yah? Pasti pembaca bertanya-tanya? Memang benar dalam kehidupan kita harus berfikiran baik pasti berhasil atau lebih kerennya disebut dengan optimis. Namun istilah ini masih kurang tepat. Mengapa kurang tepat? Karena jika kita selalu optimis dan selalu berharap mendapatkan keberhasilan maka apabila suatu saat kita terjatuh dan tidak memperoleh yang kita inginkan maka kita akan merasa gagal. Atau yang lebih parah adalah terpuruk dalam kegagalan. Mengapa hal ini bisa terjadi? Hal ini dikarenakan saat kita selalu berfikir optimis yang kita bayangkan adalah keberhasilan dan kemenangan. Mental yang kita persiapkan pun hanya mental sang juara. Namun perlu kita ingat kehidupan ini bagaikan roda, ia selalu berputar. Ada saatnya berada di atas, ada saatnya berada di bawah. Jika kita tidak mempersiapkan mental untuk berada di bawah maka kita akan kaget dan tidak siap menghadapi roda nasib yang selalu berputar. Bahkan bisa jadi menyalahkan Allah karena merasa tidak disayangi oleh-Nya. Astagfirullahal adzim.

Namun berbeda halnya jika kita berprasangka baik atau yang lebih kerennya disebut dengan positif thinking atau khuznudhon. Dengan selalu berpositif thinking berarti kita berprasangka baik atas segala sesuatu yang Allah rencanakan untuk kita. Syaratnya kita harus berusaha semaksimal mungkin dahulu barulah kita berpasrah kepada Allah. Apapun yang terjadi, baik itu kita berhasil atau belum berhasil kita harus berprasangka baik bahwa yang terjadi adalah yang terbaik untuk kita. Karena sesungguhnya rencana Allah adalah yang terbaik dan lebih indah dari rencana kita. Mungkin dari suatu kegagalan kita justru diingatkan akan sesuatu yang kurang dari diri kita untuk kita lebih meningkatkan kapasitas diri yang justru mendatangkan kesuksesan yang lebih besar dari yang kita impikan. Mungkin juga kita tidak memperoleh kesempatan yang sangat kita impikan karena allah sudah mempersiapkan jalan terbaik yang jauh lebih bagus untuk kita. Kita harus yakin akan hal itu, karena tidak ada yang sia-sia di dunia ini. Semua pasti ada hikmahnya.

Kita tidak boleh hanya beroptimis bukan berarti kita harus pasrah, menerima nasib tanpa berusaha merubah nasib. Namun kita hanya diperbolehkan berharap pada Allah. Berusaha itu wajib, karena Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum kecuali mereka mengubah keadaan mereka sendiri. Setelah itu kita berharap mendapat yang terbaik hanya kepada Allah. Apapun yang terjadi kita harus selalu berprasangka baik terhadap Allah.

Selain berprasangka baik terhadap rencana atau takdir Allah kita juga harus berprasangka baik kepada sesama dan diri sendiri. Mengapa kita harus berprasangka baik ???
Dua juta informasi masuk ke otak kita perdetiknya
Akal kita mampu berfikir 60.000 fikiran setiap harinya, baik yang positif maupun negatif
Setiap doa yang kita ucapkan bersumber dari fikiran, berarti setiap fikiran merupakan doa dan setiap doa pasti dikabulkan oleh Allah, baik yang positif maupun yang negatif (Ud'uni astajib lakum). Seperti yang tesurat dalam suatu hadist “inni Inda Dzhonni 'abdi bi... sesungguhnya aku menuruti persangkaan umatku. (hadist Qudsi HR Bukhori Muslim)
Hidup kita yang sekarang kita jalani, ternyata hasil proyeksi dari akal fikran kita sendiri.Jadi berhati-hatilah mengola fikiran kita, hiasilah selalu fikiran kita dengan fikiran yang baik, karena setiap fikiran kita merupakan doa, yang pasti akan dikabulkan oleh Allah, maka senantiasalah berprasangka baik agar baik hidup kita, yang merupakan hasil proyeksi dari akal kita.
Berprasangka yang buruk adalah dosa. Sesungguhnya sebagian dari prasangka itu dosa (QS 49 : 12)
Berprasangka baik dapat memberikan kekuatan hidup seseorang dikarenakan akan menimbulkan harapan yang membuat orang bisa tetap survive
Oh ya selalu berprasangka baik setiap hari ternyata banyak manfaatnya lho...... Mau tahu manfaatnya apa aja??? Nah berikut ini beberapa manfaat dari berprasangka baik setiap hari :
Kita akan mendapatkan banyak hal positif sebagai hasil dari proyeksi dari akal fikiran kita yang selalu positif. Bahkan bisa jadi yang berniat mau mencuri tidak jadi mencuri… yang mau bolos bisa jadi tidak jadi bolos.. Why? Karena, Allah itu bertindak sesuai prasangka kita. Kalau kita slalu berprasangka baik pada-Nya, niscaya akan baik pula yang kita dapat. Tapi kalau kita ber-su’uzon, maka yang buruklah yang kita dapat..
Sikap berprasangka baik akan melahirkan kita bisa menerima keberadaan orang lain dengan ikhlas, tidak ada sekat dalam hati, berpikiran luas dan berhati yang lapang.
Sikap ini akan mendatangkan ketenangan bathin dan siap berteman dengan siapapun, tanpa melihat keturunan, derajat, ataupun status sosial lainnya.
Sikap ini harus diberdayakan dan dikembangkan untuk menjawab tantangan hidup dan situasi tekanan ekonomi yang saat ini sangat berat.
Sikap ini dapat memberikan harapan kepada kita sehingga kita dapat tetap survive bagaimanapun terpuruknya keadaan kita.

Nah oleh karena itu selagi kita mampu untuk tidak su’udzan, maka berprasangkalah yang baik. Dengan begitu niscaya yang akan hadir dalam hidup kita hanyalah kebahagiaan, kita tidak akan pernah kecewa ataupun sakit hati. Karena kita yakin semua berjalan sesuai kemauan-Nya.