Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku. (Adz-Dzariat:56)
Kita semua mungkin sudah tahu bahwa semua amalan dan ibadah yang diperintahkan dalam Islam tidak hanya mendatangkan manfaat bagi ketentraman jiwa dan tabungan di dunia akhirat kelak, namun juga bagi kesehatan fisik terhadap pengaruh – pengaruh dari fenomena – fenomena alam yang mutlak dan tak bisa dihindari oleh semua mahluk di semua bagian jagad raya ini. Salah satunya adalah perintah untuk menjalankan ibadah puasa. Ibadah puasa adalah ibadah yang pahalanya akan dibalas langsung oleh Allah, hanya Allah yang tahu bagaimana cara membalas puasa kita.
Semua amal anak Adam untuknya, kecuali puasa.Ia untu-Ku dan Aku yang akan memberinya pahala.Anak Adam meninggalkan makan dan syahwatnya karena-Ku.(HR. Bukhari dan Muslim)
Ada banyak kesempatan untuk melakukan ibadah puasa. Kita diwajibkan puasa sebulan penuh di bulan Ramadhan. Sedangkan perintah puasa sunah ada banyak salah satunya adalah puasa tiga hari pada saat terang bulan yakni tanggal 13, 14, dan 15 bulan hijriah.
Puasa bulan Ramadhan dan tiga hari dalam setiap bulan dapat melenyapkan kedengkian dalam dada. (HR. Bazzar dari Ali dan Ibnu Abbas, dan Thabrani dan Baghawy dari Namr bin Tulab)
Perintah untuk puasa sebulan penuh mempunyai banyak manfaat bagi kita, salah satunya untuk merevitalisasi organ – organ pencernaan yang selalu bekerja sepanjang tahun. Puasa sebulan penuh berarti meminimalisir kerja organ pencernaan sehingga bisa memperbaiki sel – sel organnya.
Nah, mungkin sudah banyak yang mengetahui manfaat berpuasa sebulan penuh tersebut. Namun tahukah anda mengapa bulan Ramadhan dipilih untuk melaksanakan perintah berpuasa sebulan penuh? Padahal di dalam Islam kita mengenal adanya 4 bulan suci, yaitu Dzulka’idah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Ramadhan yang berarti panas pun tidak termasuk sebagai bulan suci. Namun mengapa bulan Ramadhan yang dipilih untuk melakukan ibadah wajib ini?
Semua ayat dan perintah Allah tidak diturunkan tanpa sebab musabab. Menurut ilmu astronomi, radiasi sinar matahari mempunyai siklus sebelas tahunan. Selain siklus sebelas tahunan, matahari juga mengalami siklus tahunan dan posisi terdekat dari matahari ke bumi terjadi pada bulan Ramadhan. Efek radiasi sinar matahari pada bulan Ramadhan lebih besar daripada bulan – bulan yang lain. Puncaknya adalah pada sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan.
Akibat dari dekatnya jarak matahari ke bumi adalah titik – titik api pada permukaan matahari menyemburkan arus radiasi menuju bumi. Bumi dilindungi Magnestosphere, sehingga dampak badai radiasi bukan terjadi pada sisi bumi yang menghadap matahari (siang hari). Saat badai radiasi matahari datang, dampaknya terasa pada bagian bumi yang membelakangi matahari (malam hari).
Radiasi di malam hari mempengaruhi tingkat getaran otak. Radiasi dan gravitasi bulan purnama meningkatkan permukaan air laut dan kehidupan makhluk laut di malam hari. Juga menarik air dalam membran otak dan lebih menggetarkan sel-sel otak. Getaran sel otak menggambarkan tingkat kesadaran dan aktivitas otak. Semakin tinggi getaran sel otak semakin banyak aktifitas mental yang dapat dilakukan.
Gelombang gamma merupakan gelombang otak yang paling banyak getarannya,pada gelombang Gamma menandakan bahwa otak sedang melakukan aktifitas mental yang sangat tinggi, misalnya untuk berfikir keras, perebutan kejuaraan, tampil dimuka umum, sangat panik, ketakutan, kondisi ini dalam kesadaran penuh.
Berdasarkan penyelidikan Dr. Jeffrey D. Thompson (Center for Acoustic Research) di atas gelombang gamma sebenarnya masih ada lagi yaitu gelombang Hypergamma ( tepat 100 Hz ) dan gelombang Lambda (tepat 200 Hz), yang merupakan gelombang-gelombang supernatural atau berhubungan dengan kemampuan yang luar biasa.
Nah bila kemampuan otak getaran otak kita saja mampu melakukan aktifitas mental yang sangat tinggi, bagaimana bila ditambah getaran dari radiasi sinar matahari yang terjadi pada malam hari?
Oleh karena itu para nabi menunjukkan bahwa mereka senang merenungkan hakekat kehidupan, bertapa, pada setiap bulan Ramadhan.Secara umum wahyu-wahyu tentang ajaran agama yang membutuhkan tingkat pemahaman yang tinggi, banyak yang diturunkan di malam-malam bulan Ramadhan.Penataan ayat-ayat Al Quran ke dalam surat-surat seperti yang tersaji saat ini, dilakukan Nabi Muhammad pada malam-malam bulan Ramadhan.
Umat muslim diajak untuk menghidupkan malam-malam di bulan Ramadhan, dengan tilawatil Qur’an, sholat malam, beriktikaf, makan sahur, dan masih banyak lagi.
Lebih utama adalah i’tiqaf di masjid pada 10 malam terakhir, pada malam-malam sebelum dan setelah Lailatul Qadr.
Karena banyak sekali aktifitas yang sangat luar biasa yang dapat kita lakukan di malam – malam bulan ramadhan, sehingga kita membutuhkan energi ektra untuk melakukan semua aktifitas tersebut di malam hari. Kenyataannya puasa siang hari bukanlah menyebabkan tubuh kekurangan / kehabisan energi. Justru puasa menghemat energi tubuh 10% karena tidak digunakan untuk mencerna makananEnergi yang dihemat ini sangat membantu pemahaman pelajaran di malam hari. Mungkin karena itu juga kita diperintahkan untuk berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar